ARTIS INDONESIA





GITY SRINITA


Muncul pertama kali di film anak-anak Don Aufar tahun 1986 sebagai wartawati cilik.Wanita campuran India (ayah) dan Aceh (ibu) ini lahir di Sigli Aceh tanggal 27 Maret 1973. Dia adalah artis terkenal di era 80 dan 90-an.



 BETHARIA SONATA

Pelantun lagu "Hati Yang Luka" yang pernah hit pada 1990-an ini lahir di Bandung, tanggal 14 Desember 1960. Lagu "Hati Yang Luka" mengantarkannya meraih Golden Kaset HDX. Sejak terjun sebagai penyanyi, Betharia Sonata menelurkan 30 album solo. Selain penghargaan Golden Kaset, Betha juga meraih 7 Buah Golden Records. Album-albumnya diproduksi oleh Musica Studio's.
Selain menyanyi, Betha juga bermain dalam film "Kamus Cinta Sang Primadona" dan "Biarkan aku cemburu".


MARISSA HAQUE


Artis sekaligus politikus cantik ini lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia, 15 Oktober 1962 menjalani masa kecil berpidah pindah dari Palembang, Sumatera dan kemudian pindah ke Jakarta mengikuti ayahnya yang berprofesi sebagai karyawan PT. Pertamina. Ia adalah kakak kandung dari Soraya Haque dan Shahnaz Haque.
Marissa menikah dengan Ikang Fawzi pada 12 April 1987. Pertemuan mereka diawali saat berperan sebagai sesama aktor dan aktris pendukung dalam film "Tinggal Landas Buat Kekasih" (1984) yang disutradarai oleh Sophan Sophian.
Perkenalannya dengan dunia hiburan dimulai dengan menyanyi dan menari dalam sanggar "Swara Mahardika" pimpinan Guruh Soekarnoputera. "Kembang Semusim" adalah film pertama kalinya pada tahun 1980.

CHINTAMI ATMANAGARA

Chintami Atmanagara lahir di Bonn, Jerman tanggal 14 Juni 1962. dia mengawali karier artisnya dengan bermain dalam film Tempatmu di Sisiku (1979). Wajahnya juga sering menghiasi kalender dan membintangi berbagai macam produk iklan.
Sukses sebagai aktris film dan model, adik dari aktris Minati Atmanegara ini melirik karier di dunia tarik suara pada tahun 1982 dengan melahirkan album "Cintaku Cintamu" bersama JK Record. Album lainnya ialah Nyanyian Hati (1992), melalui lagu ini ia meraih penghargaan Artis Interprestasi Terbaik pada Video Musik Indonesia pada tahun 1994.



NICKY ASTRIA

Lahir dengan nama Nicky Nastitie Karya Dewi di Bandung, pada tanggal 18 Oktober 1967. Nicky adalah seorang Lady Rocker asal Indonesia. Nicky Astria memiliki darah Jawa dari kedua orang tuanya yang telah lama bermukim di Bandung sebagai anggota militer Kodam Siliwangi. Bakat Nicky sebagai penyanyi ditemukan oleh sang legenda gitaris rock bernama Ian Antono pada sebuah malam ekspresi seni antar-SMA. Beberapa tembang lagu yang melambungkan namanya adalah Tangan-tangan Setan, Jarum Neraka, dan Pijar.



YUNI SHARA

Wahyu Setyaning Budi atau yang lebih dikenal dengan nama Yuni Shara lahir di Malang, Jawa Timur, 3 Juni 1972. Yuni Shara adalah kakak kandung dari Krisdayanti. Ibunya bernama bernama Rachma Widadiningsih.
Sejak kecil, Yuni sering mengikuti lomba nyanyi sejak duduk di bangku SD. Ketika SMP, Yuni hijrah ke Jakarta. Pada tahun 1987, Yuni yang saat itu masih SMA, mengikuti Festival Bintang Radio dan Televisi. Yuni meraih juara II dengan membawakan lagu keroncong hasil didikan ayahnya. Dua tahun kemudian, Yuni mengikuti lagi festival yang sama dan meraih juara I. Yuni pun mendapat tawaran rekaman bersama penyanyi lain yang tergabung dalam Billboard All Stars.

Album pertama Yuni dirilis tahun 1991 berjudul Kasmaran yang melejitkan lagu “Jatuh Cinta Lagi”. Album ini membuat Yuni lumayan dikenal, meski albumnya tidak meledak
Pada tahun 1992 Yuni merilis album mini perdana sekaligus album keduanya yang berjudul Hilang Permataku yang berisikan lagu-lagu daur ulang.
Kariernya memuncak saat album Mengapa Tiada Maaf dirilis tahun 1996. Album tersebut mendapat 4 platinum dari BASF. Pada tahun yang sama, Yuni mengeluarkan album soundtrack serial silat Return Of The Condor Heroes dan kembali memperoleh 3 buah platinum dari BASF. Jadi, selama tahun 1995, Yuni meraih tujuh platinum dari BASF. Masih pada tahun yang sama, Yuni merilis album Sebelum Kau Pergi
  


DESI RATNASARI

Desy Ratnasari lahir di Sukabumi, Jawa Barat, tanggal 12 Desember 1973. Ia merupakan aktris film dan sinetron, model, bintang iklan, penyanyi, dan pembawa acara papan atas Indonesia. Wanita yang punya tinggi badan 167 cm ini selalu bermain protagonis. Desy juga menjadi artis pertama Indonesia yang dibuat cap tangannya untuk disimpan di Planet Hollywood Jakarta.
Mengawali kariernya saat berusia 14 tahun mengikuti ajang pemilihan GADIS Sampul dan ia sebagai juara 2 di ajang pemilihan tersebut. Desy mulai main film dan sinetron. Di antaranya Olga Sepatu Roda, Blok M, serta film Joshua oh Joshua  Joshua Suherman dan Anjasmara.
Tahun 2007, Desy bermain dalam film Kun Fayakuun garapan Ustadz Yusuf Mansyur. Sinetron Desy yang terkenal diantaranya Jendela Rumah Kita, Saat Memberi Saat Menerima, Cinta, Anakku Terlahir Kembali, dan "Malin Kundang.



CORNELIA AGATHA

Wanita kelahiran Jakarta, 11 Januari 1973 ini dikenal karena perannya sebagai Sarah di sinetron si Doel Anak Sekolahan. Cornelia memiliki darah Jawa, Manado, Belanda, Jerman, dan Yahudi. 
 Film Lupus adalah pengalaman kali pertamanya di layar lebar. Prestasi yang pernah dicatatnya, yakni berhasil masuk nominasi untuk kategori Aktris Terbaik lewat aktingnya di Rini Tomboy di Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1992.


SYAHRINI



Syahrini lahir tanggal1 Agustus 1982 di Bogor adalah seorang penyanyi dan aktris yang menjalani masa kecilnya di Sukabumi.
Syahrini punya album perdana bertajuk My Lovely (2008) dengan hit singel “Bohong” dan “My Lovely” yang bergenre pop. Rini sukses mendapat dukungan dari beberapa pencipta-pencipta, antara lain Dewiq dan Yovie Widianto. Kemudian pada pertengahan tahun 2009, Syahrini merilis single “Pusing ½ Mati” yang merupakan ciptaan Syahrini.

Tanggal 26 Desember 2009, Syahrini dipertemukan dengan Anang Hermansyah pada sebuah acara di salah satu TV swasta. Ini bisa dibilang sebagai titik terang karier Syahrini. Lewat lagu ciptaan Anang Hermansyah, Rini mampu mencuri perhatian masyarakat luas. Kesuksesan itu akhirnya memang membuktikan bahwa filosofi yang dijalaninya selama ini benar: “Saya mengikuti filosofi naik kuda aja yang tergantung dari rider-nya. Rider-nya santai, kudanya pun santai. Rider ngebut otomatis kudanya ikut ngebut. Jadi, dalam kehidupan juga begitu, artinya kita nggak boleh 'grabak-gerubuk'. Kehidupan dan nasib tergantung diri kita sendiri karena kita bisa mengubahnya.” Kata Syahrini yang memang memiliki hobi berkuda.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar